Tuesday, August 30, 2011

Jenis Tinta Printer | Kelebihan-Kekurangannya

Jenis tinta printer tergantung daripada jenis printer yang digunakan. Tinta printer inkjet tentu berbeda dgn jenis tinta printer. Suatu jenis tinta printer tidak bisa sembarangan  kompatibel dengan suatu merk printer tertentu, walaupun jenis printer itu sama.
http://api.ning.com/files/Lv22YbhL9zSjz9F*9qVbte74aEiGk-dexBPb9U1zg9QSr2Lrx1N*wRcM2VMMm4e-YWmTvQBV-EIqUUcYxsGR4fX4hsKm2Yss/ink_cartridges.jpg?width=300
Yuk, kita lihat apa kelebihan dan kekurangan jenis tinta printer dan cara kerja printer itu sendiri...

1. Tinta Dye base ink
Tinta ini banyak di gunakan pada standard printer inkjet yang beredar di indonesia pada umumnya, seperti pada merk Canon, Epson, HP, Lexmark dan Brother.

Jenis dan sifat tinta :
  • Mudah larut dengan air / non water resist
  • Memiliki varian warna yang lebih banyak / wide colour gamut
  • Kurang tahan pada perubahan cuaca dan waktu / poor UV resistance and weakest longevity ratings.
  • Waktu pengeringan tinta pada media cetak lebih lama di bandingkan dengan tinta pigment.

Tinta Dye ini kemudian di kembangkan lagi menjadi Dye Sublimation ink, yang mana tinta jenis ini di pakai pada media cetak khusus, seperti mug, kaos dan keramik.

Pengembangan jenis dan sifat tinta :
  • Tahan terhadap air, cuaca dan waktu / good durability
  • Agar tinta tahan dan solid harus melalui heating proses .

2. Tinta Pigment ink
Tinta ini juga di gunakan pada printer inkjet dengan teknologi yang lebih maju.

Jenis dan sifat tinta pigment ink ini :
  • Lebih tahan terhadap air / Water resist
  • Varian warna tidak sebanyak Dye ink / small colour gamut
  • Lebih tahan terhadap perubahan cuaca dan waktu / Strength UV resistance and strong longetivy ratings.
  • Waktu pengeringan tinta pada media cetak lebih cepat dibandingkan dengan tinta Dye ink
  • Warna dan partikel tinta lebih solid pada cetakan kertas.

Tinta pigment ini kemudian di kembangkan lagi menjadi :
  • Epson dengan Durabrite dan Claria Ink -nya.
  • Canon dengan Ultrachrome ink -nya
  • HP dengan Vivera ink -nya.

Ke semua jenis tinta terbaru ini memiliki sifat super durability terhadap gas, air, cahaya dan waktu.

Cara kerja printer
System (cara kerja) inkjet printer di bagi menjadi :

1. Thermal Inkjet Head
Head ini bekerja dengan menggunakan system heater / thermal untuk melakukan suatu pencetakan. Tinta berguna sebagai media cetak dan cairan pendingin (cooling agent) terhadap heater head unit sehingga tidak terjadi over heat / panas berlebihan pada heater head. Over heat dapat mengakibatkan putusnya circuit head unit , melelehnya plastik dasar nozzle dan terjadinya pengeringan tinta pada nozzle head.

Detail cara kerja nya :
Heater di tempatkan di dasar kanal tinta, dekat nozzle printhead. dengan adanya trigger menyebabkan pemanasan cepat pada tinta di atas titik didih. trigger ini menyebabkan perubahan dari bentuk cair menjadi uap yang menyebabkan ekspansi tinta dan memaksa tinta keluar dari nozzle printhead.
 

Tetesan tinta tersebut akan putus tiba-tiba dan gelembung akan kembali menyentuh heater, kemudian terjadi tetesan berikutnya untuk tembak. Proses ini terjadi berulang-ulang dan terjadi ribuan kali per detik.
 
Ada 2 Type konfigurasi untuk thermal printhead ini yaitu Roofshooters dan edgeshooters:
1. The Roofshooter design )
Cara kerja Roofshooter adalah mengeluarkan tinta secara langsung dari induktor, dan gelembung yang di hasil kan berjarak pendek ke nozzle, sehingga kapasitas kemampuan untuk pengulangan proses lebih besar, supply tinta di tempatkan di bawah induktor transisi, sehingga memungkin kan tinta untuk dapat menyerap panas berlebihan, sehingga dapat mengurangi terjadinya overheating. System ini sering dipakai oleh HP dan Lexmark.
2. The Edgeshooter design
Cara kerja Edgeshooter adalah mengeluarkan tinta dari samping heater, sehingga berjarak panjang ke nozzle, secara tradisional, ini menimbulakn lebih sedikit pengulangan proses, tapi tetesan yg di hasilkan lebih tepat. Cara kerja ini lebih sederhana, dan biaya produksi yang lebih rendah. System ini sering di pakai oleh Canon dan Xerox.

2. Micro Piezzo Crystal Head
Head ini mencetak dengan menggunakan system getar dan tekanan ( Vibrate and Pressure ) dalam suatu medan listrik yang terbuat dari bahan keramik khusus. Dalam melakukan suatu proses pencetakan, tinta yang ada di dalam ink chamber / cavity / bak tinta di pompa oleh micro piezzo plate sehingga tinta terpompa keluar. Pemakaian tinta yang tidak sesuai dengan standard menjadi faktor utama terjadinya kebuntuan pada type head ini. Jenis system ini banyak di pakai pada printer merk Epson dan Brother.

3. Continuous inkjet (CIJ)
Sebagai tambahan terhadap teknik-teknik generasi bubble drop, CIJ harus pula termasuk defleksi bubble drop dan metoda-metoda peredaran ulang atau recycle tinta yang tidak diberlakukan bagi substrat. Tinta-tinta yang digunakan di penerapan-penerapan CIJ harus konduktif. CIJ populer karena penerapan-penerapan pada industri seperti barcode printing, Box printing dan labeling product.

4. Continuous inkjet
Perbedaan Umum
  • Tinta dye larut seluruhnya dalam air seperti halnya gula.
  • Pigment tidak larut sepenuhnya. Lebih seperti campuran tepung dan air.
  • Oleh karena itu, tinta dye mengalir lebih baik dan termasuk standar printer inkjet. Akan tetapi tinta tersebut akan larut dan luntur kalau kertas terkena air.
  • Partikel-partikel tinta pigment cenderung meresap ke dalam serat-serat halus yang membentuk kertas. Saat tinta mengering, partikel-partikel tersebut sangkut di dalam serat. Sehingga tinta pigment lebih tahan air daripada tinta dye. Hanya sekitar 5 s/d 10 persen tinta yang luntur jika kertas terkena air.
  • Tahan Pudar
  • Molekul-molekul tinta dye tersebar. Kalau dibandingkan, tinta dye di atas kertas mirip seperti pasir yang menutupi pantai. Karena itu, tinta dya cenderung pudar lebih cepat, karena semua molekulnya terekspos langsung terhadap radiasi bahan kimia dan sinar matahari. Anda akan perhatikan tinta dye yang terkena sinar matahari langsung pudar dalam 6 sampai 12 minggu, walaupun kalau dilindungi dari udara dan sinar matahari, akan bertahan selama beberapa tahun. Namun, tinta dye baru yang dikembangkan oleh HP, Fuji, dan Epson telah ditingkatkan ketahanannya hingga hampir sama dengan kemampuan tinta pigment.
  • Tinta pigment biasanya bertahan hingga beberapa bulan sebelum pudarnya kelihatan, atau kalau tidak terkena udara dan sinar matahari, hingga beberapa tahun.

Kualitas Cetak Tinta Printer
  • Tinta dye lebih "berwarna" daripada tinta pigment. Karena itu, warna-warna tinta dye cenderung lebih cemerlang. Dan tinta pigment hitam lebih pudar daripada hitamnya tinta dye.
  • Tinta dye hitam lebih bagus untuk mencetak tulisan, sedangkan tinta pigment hitam dirancang untuk lebih menyatu dalam aplikasi grafik.
  • Penggunaan fotografi seluruhnya tergantung pada desain printer. Contoh, printer HP memakai tinta pigment hitam untuk cetak tulisan, tapi cartridge khusus foto mereka punya tinta dye tipe photo black. Printer 6 warna Epson sering menggunakan tinta dye, sedangkan printer 4 warna mereka menggunakan tinta pigment.

Harga tinta printer
Anda takkan mendapat apa-apa tanpa pengorbanan. Bahan tinta pigment lebih mahal daripada tinta dye, jadi tentu saja harganya lebih mahal. Silakan cek daftar harga tinta untuk lebih lanjutnya...

Tinta yg dipakai oleh printer inkjet seperti Epson, HP, Canon, Lexmark, Brother dll adalah formulasi pabriknya sendiri dan tidak dijual bebas di pasaran kecuali dalam bentuk cartridge yang siap pakai untuk printer desktopnya (kecuali Epson baru saja mencoba menjual tinta dalam bentuk botolan khusus untuk printer yang sudah ada sistim infus terintegrasi di dalamnya, tipe L-100 dan L-200 yang katanya hanya dijual/ditargetkan untuk pasar Indonesia saja).

Sepertinya sejauh ini mereka belum ada pikiran untuk menjual tintanya saja apalagi dengan harga murah, karena mereka yang melakukan riset sebagai pengembang ide. Selain karena mereka adalah pengembang/penciptanya, kualitasnya pasti premium dan tidak perlu diragukan lagi.

Warna Dasar Tinta

Perlu diketahui, bahwa printer dari merk yang sama (sama-sama HP, sama-sama Epson, dll) tetapi model berbeda bisa mempunyai/memakai jenis cartridge yang sama. Pabrikan printer mengembangkan formulasi tinta, karakteristik tinta, dan profile warna tinta, sesuai dengan spesifikasi tertentu yang dioptimumkan oleh printer driver. Seperti diketahui, ada beberapa warna dasar tinta, yaitu Hitam (Black), Cyan (Biru), Kuning (Yellow) dan Merah Muda (Magenta) atau disebut warna CMYK.

Warna-warna lain akan dibentuk dengan mencampur ke-empat warna dasar tsb. Jadi secara praktis, hampir semua warna bisa dihasilkan oleh campuran warna-warna dasar tersebut, kecuali warna putih, warna metalik (emas atau silver) dan warna-warna fluoresent/neon.

Jadi warna putih tidak dihasilkan oleh printer (tidak seperti cat ada yang warna putih), tetapi merupakan warna dasar kertas (putih) yang tidak disemprot oleh tinta. Untuk menghasilkan warna-warna lain, masing-masing printer berusaha membuat optimum hasil cetaknya. 

Untuk photo printer, bisanya ditambahkan warna-warna dasar seperti biru muda (Light Cyan atau Photo Cyan) dan Merah muda pucat (Light/Photo Cyan). Tetapi ada juga yang menggunakan warna lain seperti Hijau, Oranye, Hitam Muda (Photo Black), Hitam Glossy/Matte dan lain-lain.

Macam-macam printer

Spesifikasi printer inkjet yang mempengaruhi jenis tintanya, antara lain:
  1. Kecepatan cetaknya (line per minute). Semakin cepat speednya, maka harus semakin cepat kering tintanya agar tidak mbelobor ketika kertas halaman baru menimpa kertas halaman lama
  2. Jenis printernya, photo printer (6+ warna dasar) vs color printer (4-warna dasar), yaitu profile warnanya
  3. Teknologi cetaknya, misalnya antara Bubble Jet printer spt pada Canon vs Micropiezo pada Epson. Printer dengan teknologi Bubble Jet menggunakan panas untuk memuaikan tinta sehingga jatuh sebagai gelembung mikro yang membentuk titik semprotan tinta. Pada Epson dengan teknologi MicroPiezo, tidak digunakan panas untuk menjatuhkan tinta, tetapi menggunakan getaran crystal
  4. Maximum DPI atau dot per inch, yaitu tingkat kehalusan titik droplet dari hasil cetaknya. Semakin halus titiknya, maka semakin lembut pipa/nozzle kapiler tinta pada printhead, dan semakin mudah buntu

Tinta Inkjet Compatible/Generic

Tinta inkjet compatible/generic dibuat oleh pabrik tinta, bukan oleh pabrik printer. Seperti yang kita semua tahu, jauh sebelum ada printer inkjet, pabrik tinta sudah membuat tinta untuk stempel, percetakan, alat tulis, dll. Jadi pabrik tinta ini mungkin usianya lebih tua dari HP, Canon ataupun Epson. Namun walaupun mereka ahli meramu dan membuat tinta, mereka tidak tahu harus bagaimana membuat formulasi tinta yang sesuai dengan kebutuhan sebuah inkjet printer.

Karakteristik tinta yang diperlukan untuk inkjet printer tentunya tidak sesederhana tinta untuk stempel atau alat tulis. Profil warna, tingkat keasaman (pH), surface tension (tensiometry), kekentalan (viscocity) dan specific gravity/density (berat jenis) tidak bisa sembarangan. Belum lagi parameter lain yang harus diperhatikan seperti anti bakteri/jamur, daya rembes tinta pada bahan cetak seperti kertas, serta tingkat kemurnian bahan dasar air sebagai pelarutnya.

Kesimpulan: Pabrik tinta mengerti bagaimana mencampur dan membuat tinta yang sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan, tetapi pabrik printerlah yang merumuskannya. Jadi siapa yang lebih menentukan? Pertanyaan ini serupa dengan pertanyaan dalam permainan sepak bola, kiper dan penyerang, mana yang lebih penting? Ya dua-duanya. Ya, pabrik printer dan pabrik tinta juga!

Tinta Spesifik vs Tinta Universal

Ketika pabrik printer merilis printernya, maka pabrik tinta mempelajari formulasi tintanya dan bereksperimen membuat tinta alternatif yang cocok. Berbekal pengalaman pengetahuan membuat tinta, mereka berusaha membuat tinta yang sesuai dengan kebutuhan printernya. Karena ada banyak jenis printer di pasar, maka sebagai konsekuensinya pabrik tinta juga berusaha membuat tinta alternatif dan spesifik yang sesuai. Dan ini berarti jumlah tinta yang ada akan cukup banyak, sebanyak jumlah cartridge atau printer yang ada. Tinta yang seperti ini disebut dengan tinta Spesifik
Beberapa jenis tinta spesifik diklasifikasikan kemiripan sifatnya dan warnanya. Dengan spesifikasi rata-rata dan kompromi tidak selalu bisa optimal pada setiap jenis printer, maka akhirnya dikembangkan Tinta Universal. Tinta universal ini dibuat dengan pertimbangan kebutuhan pemakai di mana faktor ekonomis lebih diutamakan daripada hasil cetak.  

Tinta Universal yang ada di pasaran adalah satu macam tinta inkjet untuk semua jenis printer dari segala merk yang ada di pasaran.

Tinta Pigment vs Tinta Dye

Tinta Pigment adalah tinta yang warnanya berasal dari pewarna pigment/biasanya berupa bubuk, dan tidak larut dalam air. Nama campurannya dalam bahasa Inggris disebut sebagai suspension. Karena pewarna pigment berupa bubuk, partikel pewarna ini tidak ikut merembes masuk ke serat kertas, tetapi tinggal di permukaan dan menjadi lapisan pewarna yang lebih tahan luntur dan tahan cahaya. 

Sebaliknya pada Tinta Dye, pewarna ini larut dalam air dan merembes ke serat kertas. Dan untuk membedakannya, tinta dye warnanya bening/transparan (jika ikan bisa berenang di dalamnya pasti akan kelihatan). Sebaliknya tinta pigmen warnanya seperti susu (butek). Jadi jika ikan bisa berenang di dalamnya, ikan tsb tidak akan kelihatan.

Tinta dye warnanya lebih kaya daripada tinta pigment, namun tinta dye tidak tahan luntur terhadap air dan cahaya setahan tinta pigment. Printer dengan tinta pigment printheadnya relatif lebih mudah buntu drpd printer yang memakai tinta dye. Pada printer Epson, tinta asli dari Epson yang disebut dengan DuraBrite, diklaim oleh Epson tahan luntur air dan cahaya sebagus pigment tetapi warnanya kaya seperti tinta dye. 

Tinta Water Based dan Solvent Based

Tinta yang dipakai untuk printer desktop dimaksudkan oleh pabrik pembuatnya untuk dipakai dalam lingkungan kantor atau rumah, bukan dalam lingkungan pabrik. Oleh sebab itu tintanya harus ramah terhadap kesehatan, tidak beracun, dan bahkan ramah terhadap anak kecil sekalipun. Sebab itu tinta inkjet untuk printer desktop adalah tergolong Tinta Water Based, artinya memakai bahan dasar pelarut air. 

Selain itu Tinta Water Based tidak berbahaya dan tidak mudah terbakar. Hal ini kebalikan dengan Tinta Solvent Based yang dipakai dalam lingkungan pabrik atau pada mesin printer outdoor. Kekurangannya: baunya cukup menyengat dan tidak baik untuk dipakai di lingkungan kantor dan rumah.

Tinta Sublimation vs Tinta Inkjet Biasa

Tinta Sublimation walaupun diperuntukkan untuk printer inkjet biasa, namun dikembangkan bukan oleh pabrik pembuat printer. Kebalikan dengan Tinta Inkjet Biasa yang dikembangkan oleh pabrik pembuat printer. Tinta Sublimation ini dikembangkan oleh pihak lain yang memanfaatkan teknologi inkjet untuk keperluan komersial

Dengan menggunakan tinta ini, maka proses sublimation, yaitu proses padat langsung menjadi gas, bisa dipindahkan untuk memindahkan gambar yang dicetak dengan tinta sublim ke bahan lain (kain, keramik, polyster, dsb) setelah dipanasi dengan mesin pemanas (seperti setrika). Kelebihannya dengan proses sublimasi ini, printer personal bisa menjadi mesin komersial dengan harga yang terjangkau.

Related article:

4 comments:

  1. mau di cobaen dulu ahh.......
    asik nice post.............

    ReplyDelete
  2. Trims banyak sudah share ilmunya. Harus baca beberapa kali nih biar bener2 jelas.

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Info MesinPercetakan.com: